Posting Blog

Brain Fog Pada Pasien COVID-19

(dr Deisha Laksmitha Ayomi, Relawan COVID-19)

COVID-19 menjadi  masalah  global sejak WHO menetapkan sebagai kasus pandemik pada awal tahun 2020.

Pada penderita yang memiliki komorbiditas seperti  penyakit jantung, penyakit paru, hipertensi, diabetes mellitus dapat memperburuk kondisi pasien hingga berpotensi ke kematian.

Sebagian orang yang telah terinfeksi COVID-19 mengalami beberapa gejala yang menetap dan baru muncul setelah beberapa bulan kemudian dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Salah satu gejala yang dirasakan adalah brain fog. Brain fog adalah adanya gangguan kognitif seperti sulit berkonsentrasi, pusing, mudah lupa, sulit mencerna kata-kata yang biasa dipakai sehari-hari.

Pada penelitian yang melibatkan 120 pasien COVID-19 di Perancis, didapatkan sebanyak 34% mengalami gangguan memori.  

Banyak mekanisme bagaimana COVID-19 mempengaruhi fungsi otak, salah satunya bisa karena encephalitis,  kurangnya oksigen pada otak serta stroke.

Pada pasien COVID-19, ada kemungkinan organ lain juga didapatkan gangguan, sehingga akan menimbulkan gejala seperti mudah lelah, meriang dan batuk yang juga akan mempengaruhi kemampuan kognitif otak dalam berpikir dan konsentrasi.

Belum ada studi yang pasti menyatakan terkait berapa lama brain fog akan hilang dan bagaimana mencegahnya.

Kemungkinan besar keluhan akan dirasakan minggu sampai berbulan-bulan setelah gejala pernapasan hilang.

Apabila merasakan brain fog, disarankan untuk konsultasi dengan dokter untuk diperiksa lebih lanjut dengan tujuan menyingkirkan penyebab lain yang juga bisa mempengaruhi kognitif.

Beberapa cara yang kemungkinan dapat meredakan brain fog meliputi pola hidup sehat, tidur yang cukup, olahraga secara teratur selama 30 menit sebanyak 5x dalam seminggu.

 

Bagikan Posting Blog

Komentar (0)

Komentar

Ketik tulisan yang ada pada gambar.
Ketik tulisan yang ada pada gambar.
  

Ketik tulisan yang ada pada gambar.